Friday, April 15, 2011

Menyembunyikan Kursor GTK+/X11

Sekarang ini sudah banyak gadget-gadget dengan touchscreen bertebaran, termasuk di Indonesia. Pada alat-alat jenis ini, keberadaan kursor mouse layaknya pada desktop klasik sudah tidak lagi dibutuhkan. Salah satu problem yang mungkin muncul ketika menggunakan gadget tersebut yang terinstal Linux dengan GTK+ / GNOME adalah cara untuk menghilangkan kursor panah tersebut.

Ya, salah satu cara yang paling mudah dipikirkan adalah dengan mengganti tema kursor dengan gambar transparan untuk semua bentuk kursor. Ini adalah cara yang dilakukan juga oleh Maemo berbasis GTK.

Anda dapat mengunduh tema kursor transparan xcursor-transparent.tar.gz tersebut di sini.

Cara Command Line

Install tema kursor tersebut dengan mengekstrak ke /usr/share/icons:

$ cd /usr/share/icons
$ sudo tar xfz ~/xcursor-transparent.tar.gz

Kemudian gunakan kursor tersebut sebagai tema default komputer dengan mengubah file /usr/share/icons/default/index.theme:

$ sudo gedit /usr/share/icons/default/index.theme

Menjadi sebagai berikut:

[icon theme]
Inherits=xcursor-transparent

Restart X server dan kursor Anda sudah tiada! :-)

Cara Grafis

Buka Appearance Preferences melalui menu System » Preferences » Appearance.
Pada tab Theme, klik Install...
Pilih file xcursor-transparent.tar.gz yang sudah diunduh.
Setelah terpasang, pilih Customize...
Pada tab Pointer, pilih tema xcursor-transparent.

Memunculkan/menghilangkan Kursor dengan Cepat

Jika Anda cukup sering menggunakan touchscreen dan mouse/touchpad pada alat Anda, ada cara yang lebih cepat memunculkan/menghilangkan kursor dengan menggunakan shell script toggle-cursor.sh berikut:

#!/bin/bash
key_value=$(gconftool --get /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme)
key_value_bak=$(gconftool --get /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme_bak)
echo $key_value | grep "xcursor-transparent"
if [[ $? -eq 0 ]] ; then
 echo $key_value_bak | grep "xcursor-transparent"
 if [[ $? -eq 0 ]] ; then
  gconftool --type String --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme "default"
 else
  gconftool --type String --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme $key_value_bak
 fi
else
 gconftool --type String --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme_bak $key_value
 gconftool --type String --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme "xcursor-transparent"
fi

Simpan berkas tersebut di lokasi yang mudah dijangkau, misalnya ~/toggle-cursor.sh kemudian ubah hak akses berkas agar bisa di eksekusi:

chmod a+x ~/toggle-cursor.sh
Buat keyboard shortcut melalui gconf-editor.

Cara Grafis:

Pada /apps/metacity/global_keybindings/run_command_# (# adalah nomor, gunakan yang masih belum terpakai), isi dengan shortcut misalnya T
Pada /apps/metacity/keybinding_commands/command_# (# nomor yang sama dengan di atas), isi dengan lokasi absolut script (misalnya /home/fajar/toggle-cursor.sh).

Cara Command Line:


$ gconf-tool --type=String --set /apps/metacity/global_keybindings/run_command_2 "<Shift><Control>T"
$ gconf-tool --type=String --set /apps/metacity/keybinding_commands/command_2 "/home/fajar/toggle-cursor.sh"


Silakan sesuaikan nomor keybinding, tombol shortcut, dan lokasi script-nya.

Referensi:
http://obiltschnig.com/2010/08/14/hiding-the-gtkx11-mouse-cursor/
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1194932

{LANG:ID} {CAT:TUTORIAL}

Sunday, January 9, 2011

Estafet Jari

Baru saja aku pulang dari Pluit. Sepanjang perjalanan aku memikirkan sebuah permainan sederhana untuk dimainkan berkelompok. Hari sudah malam, lampu menerangi jalan, dan berikut inilah gambaran permainan yang terpikirkan.

Jumlah pemain: 5 - 20 orang

Alat bantu: 
Kertas dan alat tulis

Persiapan:
Siapkan secarik kertas kecil (DHI 3x3 cm sudah mencukupi) sebanyak jumlah pemain.

Deskripsi permainan:
Setiap pemain diminta membentuk sebuah lingkaran. Setelah terbentuk lingkaran, masing-masing diberikan secarik kertas dan diminta untuk memikirkan dan menuliskan sebuah bilangan bulat dari 1 sampai 5. Pemain dilarang untuk menyebutkan atau memperlihatkan bilangan tersebut kepada pemain lainnya. Kemudian kertas tersebut dikumpulkan dan disimpan.

Seluruh pemain diminta bergandengan tangan dan menutup mata. Pemain akan terus menutup mata selama permainan berlangsung.

Pada putaran pertama, saat host memberi aba-aba, pemain menaruh jari tangan kanan sebanyak bilangan yang dipikirkan oleh pemain tersebut di telapak tangan kiri orang yang di sebelah kanannya. Demikian pula dengan pemain lainnya, sehingga tiap pemain juga akan mendapati jemari tangan temannya di telapak tangan kirinya. Kemudian pemain menghitung berapa jari yang diletakkan di tangan kirinya, dan menambahkan jumlah tersebut dengan bilangan yang telah dipikirkan sebelumnya.

Misalnya, A memikirkan bilangan 3. A menaruh tiga jari tangan kanannya di telapak tangan B yang berdiri di sebelah kanannya. Z yang berada di sisi kirinya pun berbuat hal yang sama kepada A. Ketika A menghitung jari yang ditaruh Z di tangannya, ternyata jumlahnya adalah 2. Maka A menjumlahkan 2 dengan bilangannya 3 menjadi 5.

Berikutnya, bila host memberi aba-aba lagi, setiap pemain menyampaikan jumlah jari yang dirasakan oleh tangan kirinya, kepada teman yang di kanannya dengan cara yang sama seperti putaran pertama. Artinya, setiap pemain akan menerima kembali sejumlah jari yang baru di telapak tangan kirinya. Jumlah jari tersebut dihitung dan ditambahkan dengan jumlah yang terakhir dihitung.

Misalnya, A menyampaikan bilangan 2 yang diterima dari Z kepada B dengan menaruh dua jarinya. Penyampaian jumlah jari dilakukan bersama-sama setelah mendengar aba-aba. Lantas A merasakan Z hanya menaruh telunjuknya saja di tangan A. Berarti A menambahkan bilangan 1 dengan jumlah terakhir yang telah dihitungnya 5 menjadi 6.

Demikian putaran tersebut dilakukan berulang-ulang sebanyak n-1 kali, dimana n adalah jumlah pemain. Jadi apabila ada 8 orang yang bermain, berarti akan dilakukan 7 kali putaran atau penyampaian jari.

Setelah putaran terakhir selesai, para pemain boleh membuka matanya. Jumlah yang telah dihitung oleh masing-masing pemain mungkin saja berbeda dan salah karena kesalahan menghitung atau kesalahan dalam mengenali dan menyampaikan kembali sentuhan jari. Oleh sebab itu semua pemain yang terlibat berdiskusi untuk memutuskan berapa jumlah yang sebenarnya. Hanya boleh ada satu jawaban yang merupakan kesepakatan bersama untuk disebutkan kepada host. Perlu diingatkan bahwa selama berdiskusi pun tidak ada satupun pemain yang boleh memberitahukan berapa bilangan yang dituliskannya di kertas.

Angka-angka yang tertera di kertas dihitung dan dijumlahkan. Apabila jumlahnya sesuai dengan jawaban dari pemain, maka seluruh pemain memenangkan permainan. Tetapi jika berbeda, maka seluruh pemain kalah.

Makna Permainan:
  • Melatih konsentrasi dan daya ingat dengan aktivitas mengenali, menghitung, mengingat, dan menyampaikan kembali bilangan-bilangan yang dilakukan secara paralel
  • Melatih kejujuran
  • Melatih kekompakan dalam membuat keputusan bersama
  • Menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab kebersamaan dalam tim, bahwa hal yang terjadi dalam tim, dirasakan dan ditanggung oleh seluruh anggota
{LANG:ID} {CAT:IDEAS}

Sunday, July 4, 2010

Windows’ Junction Point a.k.a “Symbolic Link”

Ada yang pernah denger Windows Junction Point?

“Wah belom om, kalau Pluit Junction tau saia.. Riau Junction juga.. tapi kalo yang satu itu sih baru denger..”

Wah bukan2.. Junction Point disini itu bukan mall, bukan plaza, bukan juga tempat jalan2 ato tempat belanja. Tapi ini fitur dari Windows.

“Hah? Fitur jendela om? Emang buat apa junction point itu? Buat ngunci jendela otomatis gitu? ato buat anti maling barangkali?”

Aduh2, bukan jendela yang itu.. tapi jendela yang di komputer loh..

*Udah ah intronya garing* Langsung aja to the topic.

Apa itu Symbolic Link?


Bagi yang biasa berkecipung di dunia Linux atau Mac mungkin sudah tak asing lagi sama yang namanya Symbolic Link. Ya itu untuk membuat file atau direktori/folder yang terhubung ke file atau direktori/folder lain. Kalau di Windows biasa kita kenal dengan istilah “Shortcut”.

Tapi tunggu dulu, Symbolic Link itu berbeda dengan Shortcut (.lnk) biasa. Keuntungan Symbolic Link dibanding Shortcut yaitu bahwa dengan symbolic link kita bisa membuat direktori yang secara transparan terhubung ke direktori lain, sehingga isinya terlihat sama. Transparan maksudnya file symbolic link tersebut akan terlihat seperti file atau direktori biasa.

Misalnya, kita menyimpan file-file gambar kita di “D:\Pictures”. Sedangkan kita tahu direktori default untuk gambar alias My Pictures ada di “C:\Documents and Settings\NamaUser\My Documents\My Pictures” (untuk Windows XP). Nah kita bisa membuat direktori My Pictures tersebut menjadi symbolic link ke “D:\Pictures” sehingga isi dari direktori My Pictures tadi tidak lain dan tidak bukan adalah sama dengan “D:\Pictures”.

Windows menyebutnya sebagai Junction Point. Fitur Junction Point ini dapat digunakan pada sistem NTFS pada Windows 2000 dan XP. Sedangkan Vista sudah memiliki fitur Symbolic Link yang menggantikan Junction Point dimana link bisa mengacu ke lokasi remote, bukan hanya ke direktori lokal[1].

Kita dapat mengetahui apakah sebuah direktori merupakan direktori atau junction point dengan perintah dir.



Sayangnya, Windows tidak dipaketkan dengan program untuk membuat junction point ini, sehingga harus membeli Win2K Resource Kit terlebih dahulu. Alternatifnya, Mark Russinovich membuatkan program sejenis untuk membuat junction point[2] tersebut yang dapat diunduh di sini.

Menggunakan Junction v1.05 dari Mark Russinovich


Membuat Junction Point

Untuk membuat junction point dari “C:\Documents and Settings\UserName\My Documents\My Pictures” ke “D:\Pictures”.

  1. Buat direktori “C:\Documents and Settings\UserName\My Documents\My Pictures” jika belum ada.

    md "C:\Documents and Settings\UserName\My Documents\My Pictures"

  2. Pastikan direktori yang akan dijadikan junction point kosong.

  3. Buat junction point.

    junction "C:\Documents and Settings\UserName\My Documents\My Pictures" "D:\Pictures"
Menghapus Junction Point

Untuk menghapus, gunakan -d.
junction -d "C:\Documents and Settings\UserName\My Documents\My Pictures"

Referensi:

1. http://en.wikipedia.org/wiki/NTFS_junction_point

2. http://technet.microsoft.com/id-id/sysinternals/bb896768%28en-us%29.aspx
http://en.wikipedia.org/wiki/NTFS_symbolic_link

Thursday, July 1, 2010

Tooltip Baru di Facebook

Waktu lagi browsing-browsing social networks (facebook maksudnya ) tidak sengaja kursor mouse terhenti sejenak di satu nama orang.. Waktu kembali lagi untuk menelusuri halaman lainnya, perasaan ada sesuatu yang muncul di sana.

Ketika dicari-cari, ternyata memang ada yang baru jika kita melakukan mouse-over nama orang di FB. Atau aku saja yang ketinggalan dan baru tau sekarang xP


Tooltip saat mouse-over nama di Facebook

Tooltipnya berisi foto profil, nama, jaringan, jumlah mutual friend serta salah lima (bukan salah satu) dari foto-fotonya, juga pilihan-pilihan di bagian bawah seperti tambah sebagai teman, kirim pesan, dan chat. Untuk foto mutual friend sepertinya ditampilkan secara random. Sedangkan pilihan-pilihan yang di bawah hanya muncul sesuai keberadaan orang tersebut (diri sendiri, status online, teman, atau orang lain).

Oke deh sekian dulu, lanjut browsing lagi…

Friday, June 11, 2010

Kelinci Kawat

Yaa inilah yang dikerjain aku kalo udah mulai menjelang UAS.. Setiap kali mau UAS, ada aja ide yang mau dikerjain.. Kemarin lagi liat2 Twist Tie, terus liat bola gajelas yang dibikin pake kawat bekas, eh jadi kepikiran bikin kelinci dari kawat..

Wire Bunny
Wire Bunny
Gimana gimana o.O lucu kaaaan :D hehehe.. itu wire bunny namanya siapa ya.. Bun-bun aja deh..

Twist Tie
Twist Tie, asal usul munculnya si Bun-bun.
Bahan-bahan yang dipakai cuman sekian meter Twist Tie yang harganya Rp. 10.000,- ($1.11) saja  per gulungnya..

Gimana bikinnya?

Pertama-tama aku sih mulai dari bagian kepalanya dulu. Ambil kira-kira 25 cm buat bikin lingkaran kepalanya, terus bagian ujung yang satunya ditarik sedikit supaya lebih lancip untuk hidungnya, lalu bagian lilitannya untuk leher. Kawat-kawat lainnya dililit-lilit sampai cukup membentuk rangka kepala. Kemudian dibuat juga lingkaran yang lebih kecil, ujung yang satu ditarik pakai ujung jari. Buat dua buah untuk telinganya. Lalu diikatkan ke bagian atas kepalanya. Lalu lilitan ditambah lagi sampai cukup rekat dan kuat.

Wire Bunny Skeleton
Kerangka Wire Bunny

Kerangka Wire Bunny
Kerangka Wire Bunny, tampak atas.
.
Nah, demikian juga untuk bagian badan dan yang lainnya. Untuk badannya, yang pertama kali aku buat itu pasangan kaki depan, yang kemudian diikatkan dengan bagian badannya. Untuk kaki belakang bentuknya mirip telinga, hanya ikatannya dilipat ke atas, lalu ditambah lingkaran untuk membentuk dengkul kakinya. Kalau dilihat, bentuknya kaya gambar di atas.
Nah lalu sama kaya kepalanya, badannya dililit-lilit lagi dengan kawat sampai agak berbentuk, lalu bagian kaki depan dan kepalanya diikat ke badan, demikian juga kaki belakangnya. Tidak ketinggalan ekornya pun dibentuk.
Setelah itu siap-siap untuk 3 jam melilit bagian badannya hingga rekat dan kokoh. 8-) Hingga akhirnya... *tet teret teret... jreng jreng* jadi deh!

Bunny Rabbit
Bun-bunnya udah jadi!


Bunny Rabbit
Mirip ga sama aselinya?

{LANG:ID} {CAT:JOURNAL}

Monday, June 7, 2010

Heaven's Connected 24/7

In today's world, everything's just connected. Global connection services are just nearly everywhere. Cellphones, internet, emails, messenger services, blogs, Facebook, Twitter.. which one don't you ever use? All of these give us information, fulfill our social needs. We get connected with friends, colleagues, and old buddies on Facebook. We find the most up-to-date and trending statuses on Twitter and so on.

That's about social thingy we get, how about some games? They're just a click away.. Everything's available when we're connected. Information, news, music, games, etc etc etc...

Thinking about gaming, let me think of something...

Besides of mentioned above, is there any sites where we can get some strength? some power? Maybe something such as a big bash technique or some fantastic whoooozzz to let go of obstacles and to challenge our giants? Or a healing spell to cure our pains...?

Ah okay back to the topic.. =)

Yes, there's such a site and a connection for those. As you possibly read my post's title, there's power in spiritual connection. When David said in 1 Sam. 17:37 "The LORD, who delivered me from the paw of the lion and from the paw of the bear, He will deliver me from the hand of this Philistine." He got the strength to win over those from God. And the queztion is... How could get it? It's because he stayed connected with Him.


Don't ever lose your connection even for a sec.
Our spiritual connection with God is always available 24/7, ultra-speed, and the best of all, it's free of charge! xD Staying online is like downloading a bunch of great toolkits, and critical updates to win over the devil. But stay alerted not lose your connection at any time. It's like losing what you've had so far and you'll need to start over again. If you were disconnected, you probably don't realize how easy we might be dragged by the evil..

Well it's not like the pic above, the connection's not bounded by any wire. It's very flexible, even under the deep ocean where no other signal available.. So, don't be away or disconnected, even for a sec!
{LANG:EN} {CAT:PICTURE}

Sunday, June 6, 2010

Migrasi ke Wordpress.com


Ya.. setelah 7 bulan berkutat di Multiply dan 2 tahun di Blogspot + Multiply dengan segala keterbatasan, kelebihan, dan crosspostingnya, akhirnya aku memutuskan buat pindah ke WordPress. =)
Sebenernya aku udah bikin akun ini dari tahun 2008, tapi dibiarin terbengkalai selama dua tahun cuma dengan the infamous “Hello World”nya saja… Tapi setelah dipikir2, ditimbang2, diukur2, dibanding2, yaaa this is my second post!! *jeng jeng jeng*
“Emang kenapa sih ko mesti pindah2 segala??”
Ya karena tadi itu, setelah ditimbang2, dan setelah login lagi ke WordPress.. ternyata wp-admin itu jauuh lebih ribet (baca: komplit fiturnya) daripada dashboard dan pengaturannya Blogspot..
Ada dua poin penting sih yang aku cari dan aku dapet di WP ini..
1. Statistics! Jujur aku ga suka sama pelajaran statistika.. tapi aku suka liat statistik pengunjung di web (jadi keliatan kan ada berapa yang baca)
2. Comments summary! Ini juga perlu nih, kalau ga ada summarynya kan repot juga mau liat komentar baru harus nyari di daftar postingannya satu2..
Ya walaupun poin ke dua ada di Multiply juga, tapi yang aku suka dari MP cuma crossposting featuresnya aja, tapi dari sisi customizablenya sih too much limited.
Okey okey okey, jadi kalau mau lihat2 tulisan baru, silakan mampirnya ke fujaru.wordpress.com ya..
Untuk postingan lama masih ada di fujaru.blogspot.com..
Atau silakan juga kalau mau mampir di blog terdahulu di fujaru.multiply.com =))
See ya on the next posts!
{LANG:EN} {CAT:JOURNAL}